Jumat , 10 November 2017, 15:36 WIB

Memakmurkan Taman Surga

Red: Agung Sasongko
republika/agung supriyanto
Pengajian anak yang dibina oleh Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK). (Ilustrasi)
Pengajian anak yang dibina oleh Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK). (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Oleh: Imron Baehaqi

Pengajian memiliki keutamaan dan keluasan makna. Esensinya, pengajian adalah majelis atau forum yang bertujuan untuk mendekatkan diri (at-taqarrub) kepada Allah SWT. Ia disebut juga sebagai taman surga. Implementasinya, forum pengajian ini memiliki ciri-ciri khusus. Pertama, tempat berzikir dan mentransfer ilmu. Pasalnya, pengajian sering disebut sebagai majelis zikir atau majelis ilmu. Membaca Alquran dan menadaburinya, memahami sunah Nabi SAW, dan mengenal realitas persoalan kehidupan untuk dipetik pelajaran dan hikmahnya, semuanya merupakan kegiatan mulia yang sesuai dengan spirit Islam.

Jadi, di samping sebagai halaqah untuk bermunajat dengan me ngucapkan zikir dan doa-doa tertentu, pengajian merupakan ma drasah berbagai disiplin ilmu, terutama ilmu-ilmu yang ber kait an erat dengan masalah penguatan spiritual (iman dan ke tak wa an), seperti akidah, ibadah, fikih, akhlak karimah, dan muamalah. Kedua, tradisi memperkuat ikatan persaudaraan atau media bersilaturahim di antara sesama umat Islam. Selain untuk me nam bah wawasan keilmuan dan penguatan iman, pengajian men ja di sarana yang sangat penting dalam memperkokoh per sau da raan, tanpa melihat latar belakang suku bangsa, bahasa, ke lom pok, warna kulit, dan status sosial.

Oleh sebab itu, dari pengajian ini, setiap peserta atau jamaah bisa kenal-mengenal antara satu dengan yang lain. Bahkan, mem bangun jaringan kerja sama dengan dasar semangat Islam ber kemajuan. Sehingga, tidak jarang, melalui pengajian ini, terbangun jalinan usaha atau bisnis yang saling menuai untung dan berkah.

Di samping itu, nilai persaudaraan yang terbina dari majelis pengajian ini juga tecermin dari komitmen jamaahnya untuk me na ta kerukunan yang lebih kokoh. Misalnya, sikap tolong-me no long, saling menasihati, hormat-menghormati, dan se um pa ma nya. Ketiga, sarana untuk penyucian jiwa. Meng hidup kan tradisi keilmuan Islam, baik yang sifatnya wajib maupun anjuran (sunah), ditambah bermunajat dengan doa dan zikir-zikir tertentu. Maka, pengajian patut dikatakan sebagai sarana untuk membersihkan jiwa dari segala penyakit batin dan dosa. Sebab, pengajian merupakan salah satu faktor yang me nye bab kan turunnya limpahan ampunan dan rahmat Allah.

Forum pengajian seperti ini, Rasulullah SAW menyebutnya se ba gai taman surga. Dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika kamu melewati taman-taman surga, maka sing gah lah dengan senang." Para sahabat bertanya, "Apakah tamantaman surga itu? Beliau menjawab, "Halaqah zikir" (HR Tirmidzi). Sebagian ulama mendefinisikan bahwa majelis ilmu itu adalah bagian dari bentuk zikir kepada Allah. Maknanya, zikir dengan la faz-lafaz khusus, menuntut ilmu, membaca, dan tadabur Alquran, memberi nasihat dalam kesabaran dan kebenaran, semuanya ada lah cara untuk memperkuat iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Imam Ibn Qayyim rahimahullah berkata, "Barang siapa ingin menempati taman-taman surga di dunia, hendaklah dia me nem pati majelis-majelis zikir, karena dia adalah taman-taman surga." Dalam banyak riwayat juga disebutkan bahwa pengajian itu adalah majelis malaikat, penyebab ketenangan, dan turunnya rahmat.

Kita bersyukur bahwa masyarakat Muslim di Indonesia ini memiliki kesadaran yang relatif cukup besar terhadap pentingnya majelis pengajian. Tidak hanya di masjid-masjid atau mushala, pengajian juga banyak dilaksanakan di kantor-kantor pemerintahan, perusahaan, internal keluarga, kampus-kampus, dan komunitas lainnya. Bahkan, dalam momentum tertentu, pengajian digelar dalam skala yang lebih besar, seperti tabligh akbar, zikir nasional, dan halaqah nasional.

Karena besarnya manfaat dan keutamaan pengajian dengan varian bentuk dan istilah yang semakna dengannya, maka sudah seyogianya bagi setiap individu Muslim untuk mendukung dan melestarikannya. Aktif dan gembira memakmurkan taman surga. Wallahu al-Musta'an.