Rabu , 06 September 2017, 09:33 WIB

Hanya Keledai Bodoh yang Pantas Marah, Tapi tidak Marah

Red: Agus Yulianto
ROL
Ustaz Arifin Ilham
Ustaz Arifin Ilham

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Ustaz Arifin Ilham

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar....."

"Al iimaanu al ihtimaamu" iman itu perhatiaan, iman itu kepeduliaan

"Innamal mu'minuuna ihwatun...", orang beriman itu bersaudara (QS Al Hujarat 10)

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi wali (penolong) bagi sebagian yang lain" (QS at-Taubah 71)

"Tidaklah disebut seseorang itu beriman sampai mencintai saudara mukminnya seperti mencintai dirinya" (HR Bukhori Muslim).

Kita sudah menyaksikan kebiadaban la'natullah rezim Myanmar dan biksu Wirathu dengan para pengikutnya membantai dengan sadis, membunuh, memperkosa, membakar dengan cara sangat sadis.

Bayangkan itu terjadi pada keluarga kita, orang tua kita, istri kita, anak anak kita, sangat biadab, hanya keledai bodoh yang pantas marah, tetapi tidak marah, cuek masa bodoh.

"Bagaimana mungkin kita bisa lelap tidur, makan nyaman menyaksikan darah syuhada terus mengalir di Rohingya".

"Duhai saudara mukminku, semakin bertakwalah kepada Allah, bangunlah shalat malam, bacalah Alquran, berjamaah di mesjid, rapatkan berisan, tunjukkanlah rasa peduli kita dengan doa, harta yang diinfakkan, dengan segala apa saja yg Allah amanah pada kita...

Insya Allah besok Eabu, selesai shalat Zhuhur bersama kita AKSI DAMAI - AKSI PEDULI menuju Duta Besar Myanmar mengutuk keras dan segera menghentikan kebiadaban ini, dan menuntut PBB untuk segera menangkap dan mengadili semua yang terlibat atas kebiadaban ini.

Allahumma ya Allah selamatkan saudara saudara kami di Rohingya Myanmar dan seluruh keadaan saudara-saudara mukmin kami...aamiin.

Allahumma ya Allah berilah hidayahMu pada mereka yang menzholimi kami, dan turunkanlah segera bala tentara-Mu untuk menghentikan mereka...aamiin.