Jumat , 21 April 2017, 13:39 WIB

Jihad Antikorupsi

Red: Agung Sasongko
Nationofchange.org
Ilustrasi korupsi.
Ilustrasi korupsi.

Oleh: Muhammad Arifin Ilham

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa hari yang lalu kita digegerkan dengan sebuah peristiwa yang sama-sama kita kutuk. Mujahid antikorupsi, Bang Novel Baswedan, diserang oleh dua orang yang tidak dikenal dengan cara disiramkan wajahnya dengan air raksa sepulang dari shalat Subuh berjamaah. Sebuah perbuatan yang hanya bisa dilakukan oleh pengecut dan pecundang yang tidak ingin negeri ini berjihad memberantas korupsi.


Innalillahi wa innailaihi rojiun. Tentu, bagi pegiat antirasywah ini peristiwa teror yang kesekian kalinya adalah sebuah ujian musibah. Ujian kesabaran dan sekaligus ketangguhan dalam istiqamah berperang melawan musuh besar bangsa, yaitu korupsi. Kezaliman yang beliau alami di senja fajar, insya Allah, membawa sejuta hikmah dan khazanah ilmu-Nya yang tak bertepi.

Jihad memberantas korupsi tidaklah mudah, membutuhkan keberanian yang ekstra sekaligus bersiap meregang syahid nan mulia karenanya. Simaklah Kalam Suci-Nya, "Tegakkan kebenaran, hancurkan kebatilan, pasti kalian dibenci para pendurhaka itu," (QS al-Anfal [8]: 8).

Atas kejadian yang menimpa penyidik andal KPK ini, teringatlah kita pada peristiwa ditikamnya Khalifah Umar bin Khattab, sosok tegas dalam menegakkan yang hak dan sigap memberangus yang batil. Sang al-Farouk, suksesor Abu Bakar as-Shiddiq, itu terpapar sebilah pisau bermata dua yang dihunjamkan oleh Abu Lu'luah Fairuz, seseorang yang asalnya beragama Majusi dari Romawi, budak dari Mughirah bin Syu'bah pada saat beliau sedang mengimami shalat Subuh berjamaah di masjid.

Pada akhirnya siapa pun yang berjuang menegakkan yang hak dan melawan yang batil tidak akan pernah melenggang tanpa onak dan duri. Pasti, akan ada fitnah, teror, intimidasi, dan bentuk-bentuk kejahatan lain yang lebih besar, termasuk ancaman penghilangan nyawa. Sebagaimana kita menanam padi maka akan tumbuh di sekitarnya rumput-rumput liar, bahkan menarik wereng dan hama untuk merubungnya. Tapi, yakinlah, padi yang dirawat dengan baik akan mencapai panen raya. Rumput liar akan terbabat, wereng dan hama terbasmi.

Dan, penulis percaya, berjihad melawan korupsi pasti akan mendapati kemenangannya. Karena tidak ada cerita gelap menghilangkan cahaya. Tidak ada riwayatnya kejahatan mengalahkan kebenaran. Teruslah berjuang dan kibarkan bendera jihad tanpa henti melawan korupsi. 

Semoga, Allah membuka jalan segera aparat kepolisian dapat menangkap dua penjahat picisan dan dalang atas kezaliman pada mujahid antikorupsi, abangku fillah Novel Baswedan. Aamiin. n