Selasa , 21 Maret 2017, 05:00 WIB

Wafatnya Ulama

Red: Agung Sasongko
wordpress.com
Dakwah
Dakwah

Oleh: Ali Farkhan Tsani    

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suatu ketika, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya menjelang hari kiamat kelak akan ada hari-hari yang diturunkanya kebodohan dan diangkatnya ilmu." (HR Bukhari).

Ya, hari-hari itu adalah wafatnya ulama yang keilmuannya sangat dinanti umat. Ulama yang hanif, lurus, istiqamah, berani karena benar, jujur, maka ilmu pun diangkat karena kematiannya, dan kebodohan pun semakin meluas karena berkurangnya ilmu yang disebarkan ulama tersebut.

Ibnu Baththaal mengemukakan bahwa tanda-tanda tentang hari kiamat yang terdapat dalam sabda Nabi tersebut kini telah terlihat. "Sungguh, ilmu telah berkurang, kebodohan merajalela, sifat kikir telah dijangkitkan dalam hati manusia, fitnah telah tersebar, dan pembunuhan banyak terjadi", ujarnya.

Walaupun tentu saja hal itu tidaklah menghalangi untuk tetap adanya sekelompok ulama yang tetap konsisten dan berkomitmen dengan keulamaannya, serta dengan selalu adanya lembaga kaderisasi ulama di tengah-tengah umat. Namun, pada waktu itu, keberadaan mereka itu seolah-olah tertutup oleh dominasi masyarakat yang bodoh akan ilmu agama Allah.

Begitulah, diangkatnya ilmu agama Islam terjadi seiring dengan diangkatnya atau diwafatkannya para ulama satu demi satu.

Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash lebih terang menyebutkan sabda Nabi yang ia dengar, bahwa Nabi SAW berkata, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari manusia. Namun, Allah akan mengangkat ilmu itu dengan mewafatkan para ulama. Hingga ketika tidak tersisa lagi seorang berilmu (di tengah mereka), manusia mengangkat para pemimpin yang bodoh. Mereka ditanya, dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Hingga akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (orang lain)." (HR Bukhari dan dan Muslim).

Begitulah, ilmu mengenai Alquran dan as-Sunnah, dan itu merupakan ilmu warisan para nabi 'alaihis-salaam. Dan ulama adalah pewaris para nabi. Oleh karena itu, kepergian mereka sama dengan pertanda perginya ilmu agama, meredupnya sunah, peluang berkembangnya bid'ah, dan meratanya kebodohan.

Untuk itu, agar tidak semakin berkembang kebodohan dan kemaksiatan, dan untuk tetap terjaganya keilmuan Islam, Alquran, dan as-Sunnah, maka segenap kaum Muslimin pun layak kiranya menjaga dan memperkuat barisan para ulama yang ada, dengan segenap harta, jiwa, dan raga.

Lebih penting dari itu adalah menyiapkan kaderisasi ulama generasi muda yang akan tetap menjadi pelanjut penjaga Alquran, penghidup sunah, penerang dunia, penyuluh masyarakat dari kebodohan, serta penyebar keberkahan dan rahmat bagi segenap alam. Amin.