Rabu , 18 Januari 2017, 14:15 WIB

Shalat dan Nilai Kehidupan

Red: Agung Sasongko
Shalat
Shalat

Oleh: Bahagia

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS Al Hujurat: 13).

Wujud orang yang tertakwa apabila mengerjakan shalat tepat pada waktunya. Dari Abdullah Bin Ma'sud ra, dia bertanya kepada Rasulullah SAW, "Amal apakah yang sangat dicintai oleh Allah?". Beliau bersabda, "Yaitu shalat pada waktunya (HR Bukhari & Muslim). Hadis dan Alquran tadi memberikan gambaran kepada kita bahwa ciri orang bertakwa apabila mengerjakan shalat.

Sementara itu, ada beberapa nilai-nilai kehidupan dalam shalat. Pertama, belajar hemat sumber daya air. Gunakan air dengan bijak. Hindarkan perilaku boros pada saat menggunakan air. Takaran air untuk berwudhu berkisar satu liter sampai dengan dua liter (1 mud- 2 mud). Gunakanlah air dengan tidak melebihi ketentuan. Keran air wudhu ditutup setelah selesai berwudhu. Hindarkan perilaku berlebihan dalam bersuci.

Perilaku hemat ini berkaitan dengan perilaku serakah. Terbiasa hemat dalam sumber daya air maka terbiasa pula menghemat uang. Air saat ini harus digunakan secara bijak untuk menghindari kekeringan. Terlebih saat ini air hujan tidak mudah tersimpan dalam tanah. Luasan pohon semakin minim. Air dan pohon sangat berkaitan. Pohon ada maka air juga ada. Selain itu, dengan perilaku hemat maka telah menyimpan air sebagai cadangan saat musim kering.

Kedua, belajar sanitasi dan kebersihan. Kebersihan berkaitan dengan media yang digunakan. Gunakan air yang bersih dan bebas dari kuman. Jaga air agar tidak tercemar dimasuki oleh zat kimia berbahaya. Air yang demikian termasuk air yang tidak baik untuk bersuci, sebab air harus bersih sehingga ibadah sempurna.

Ketiga, shalat termasuk menjembatani rezeki seseorang. Terutama shalat yang dilakukan secara bersamaan. Kesalehan seseorang juga dilihat dari pergaulan dengan orang lain. Bertemu di masjid termasuk bertemu dengan orang yang bertakwa. Jika berteman dengan orang yang bertakwa maka sekaligus menumbuhkan kedekatan secara emosional. Temannya semakin banyak dan jaringannya makin luas.

Sahabat-sahabatnya akhirnya mengenal dirinya dan mengetahui keahlian apa yang dia miliki. Secara bersamaan ladang rezeki tumbuh dari jaringan tadi. Tentu berbeda dengan orang yang jarang shalat berjamaah. Dia tidak akan bertemu dengan orang saleh. Orang lain tidak mengenal dirinya. Keempat, shalat termasuk penangkal sakit.

Gerakan dalam shalat bermanfaat untuk menggerakkan kaki, tangan, dan kepala. Aliran darah menjadi lancar sehingga orang yang rajin shalat pasti lebih sehat. Kalau mau terhindar dari stroke, kerjakanlah shalat dengan baik dan rajin. Sekaligus doa untuk akhirat dikabulkan Allah.