Senin 13 Aug 2012 15:16 WIB

Safari Ramadhan

Ramadhan
Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Hatta Rajasa

Ramadhan merupakan bulan yang tak hanya mewajibkan kita untuk berpuasa. Pada bulan ini, kita semua juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah-ibadah lain. Itu semua karena Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan Allah SWT.

Ramadhan menjadi ajang transformasi kesadaran (ruhaniyah) agar kita lebih peka dan peduli pada sesama. Karena itu, bulan Ramadhan bisa menjadi ajang perbaikan bagi kita semua sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Khusus bagi pemerintah dan pejabat publik lainnya, Ramadhan menjadi jembatan untuk menyapa rakyat sekaligus sebagai bukti kepekaan dan kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

Apalagi dalam pelaksanaan ibadah-ibadah pada bulan Ramadhan banyak yang bersifat kolektif, seperti kegiatan berbuka atau shalat tarawih, sehingga memudahkan untuk berkomunikasi secara lebih masif, efektif, dan efisien tanpa harus bersusah payah mengumpulkan massa.

Acara buka bersama dan dilanjutkan dengan tarawih berjamaah merupakan momentum untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Untuk itu, jalinan komunikasi yang dilakukan pemerintah sewajarnya menjadi lebih intensif. Itu agar masyarakat merasa negara tidak absen dalam kehidupan mereka.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk berkomunikasi secara lebih intensif dengan masyarakat adalah dengan melakukan safari Ramadhan. Para pejabat pemerintah harus turun dan merasakan langsung yang menjadi keluhan rakyat. Pemimpin harus tahu bagaimana dan mengapa keluhan itu terjadi. Dengan begitu, pemerintah menjadi tahu persoalan di lapangan secara persis sehingga kebijakan yang akan diambil tepat sasaran.

Dalam safari itu, penelusuran terhadap persoalan-persoalan yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat harus dicari solusinya. Dengan demikian, pemerintah benar-benar bisa mengerti keadaan rakyatnya secara nyata dan rakyat makin dekat dengan pemimpinnya.

Safari juga dimaksudkan sebagai ajang silaturahim. Tradisi silaturahim ini sangat dianjurkan karena memiliki efek yang sangat konstruktif, baik bagi kehidupan individu maupun sosial. Sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah, silaturahim memiliki banyak manfaat, di antaranya memperpanjang usia dan memperbanyak rezeki bagi yang melakukannya. “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim.” (HR Bukhari).

Harus diakui, persoalan masyarakat kita memang masih banyak. Kemiskinan masih menjadi problem utama. Pengangguran juga masih menjadi problem bersama. Walaupun upaya terus dilakukan dan sebagian persoalan sudah ditanggulangi, tetapi tugas kita untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat belum selesai. Perjuangan masih panjang. Dengan safari Ramadhan, kita menjadi tahu persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dan yang pasti, momentum Ramadhan adalah saat yang tepat untuk kita semua melakukan safari, yakni perjalanan untuk berdialog dan bersilaturahim dengan masyarakat sekaligus mendengarkan aspirasi mereka. Safari sebagai bentuk perjalanan jauh, tidak hanya bersifat material semata. Safari merupakan bentuk ekspedisi spiritual, yakni agar kita semakin dekat kepada masyarakat dan juga dekat kepada Allah SWT.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement