Selasa , 26 September 2017, 20:56 WIB

Nikahsirri.com tak Penuhi Kriteria Pernikahan dalam Islam

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto
dok. Kemenag.go.id
 Asrorun Niam
Asrorun Niam

REPUBLIKA.CO.ID,  CIREBON -- Sekretaris Komisi FatwaMajelis Ulama Indonesia (MUI), M Asrorun Niam Sholeh menilai, tawaran yang diberikan situs www.nikahsirri.com merupakan ajakan prostitusi. Keberadaan situs itupun hanya untuk motif ekonomi dan kepentingan sesaat.
 
"Nikahsirri.com tidak memenuhikriteria pernikahan dalam Islam," kata Asrorun, usai menjadi pembicara dalam Stadium General Jurusan Hukum Keluarga (Akhwal Syakhshiyyah) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (26/9).
 
Menurut Asrorun, dalam Islam, tujuan pernikahan bukan hanya pemenuhan kebutuhan seksual semata. Namun, lebih pada membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Selain itu, motif pernikahan dalam Islam pun bukan didasarkan pada motif ekonomi dan kepentingan sesaat.
 
Asrorun menyatakan, peneguhan mengenai tujuan pernikahan untuk membentuk keluarga sakinah, mawadah, warohmah perlu ditekankan kepada setiap pasangan suami istri (pasutri). Bahkan, peneguhan mengenai pemahaman itu sebaiknya dilakukan sejak pra nikah kepada calon pengantin.
 
Asrorun menilai, kurangnya pemahaman mengenai tujuan pernikahan yang sesungguhnya bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya perceraian. Jika perceraian sampai terjadi, maka akan berdampak pada pemenuhan hak dasar anak dalam pengasuhan.
 
"Akhirnya bisa mengarah padakekerasan terhadap anak dan penelantaran anak," tutur Asrorun.
 
Asrorun menambahkan, pengetahuan pasutri yang memasuki jenjang perkawinan mengenai pengasuhan anak selama inimasih rendah. Seperti misalnya mengenai pendidikan, tanggung jawab tumbuh kembang anak dan pengetahuan agama.
 
"Ini tantangan dan peluang akademisi di bidang hukum keluarga yang salah satu wujudnya dengan meneguhkan peran dalam penyuluhan pra nikah," tandas Asrorun.