Jumat , 07 July 2017, 09:58 WIB

Waspada Pagi dan Petang, Ini yang Dilakukan Iblis ke Kita

Red: Nasih Nasrullah
Republika/Wihdan Hidayat
Jamaah mengikuti dzikir bersama Ustadz Arifin Ilham saat Dzikir Nasional Republika 2016 di Masjid At-Tin, Jakarta, Sabtu (31/12).Republika/Wihdan Hidayat
Jamaah mengikuti dzikir bersama Ustadz Arifin Ilham saat Dzikir Nasional Republika 2016 di Masjid At-Tin, Jakarta, Sabtu (31/12).Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, Iblis merupakan ‘punggawa’ setan. Dia memiliki kemampuan dan sumber daya pasukan yang sangat banyak. Lantas bagaimanakah agenda keseharian yang dilakukan Iblis terutama di waktu pagi? 

Syekh Qadi Badruddin bin Abdullah as-Syibli dalam kitabnya Gharaib wa ‘Ajaib al-Jin menjelaskan rutinitas Iblis mulai pagi hari. Seperti diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy’ari, dia menuturkan jika waktu pagi tiba, Iblis mengirim bala pasukannya untuk menggoda manusia. 

“Siapa yang berhasil sesatkan manusia, aku akan pakaikan mahkota untuknya,” seru Iblis. 

Satu per satu bala tentaranya pun menyampaikan laporan. Ada yang melaporkan akan menempel ke seseorang hingga yang bersangkutan menceraikan isterinya. 

Tentara Iblis lainnya melaporkan akan menggoda manusia hingga dia durhaka kepada kedua orang tuanya. 

Sebagian lain akan menyesatkan korbannya dengan berbuat zina. Ada pula yang berkomitmen mengajak manusia menegak minuman haram atau membunuh jiwa tak berdosa. 

Iblis pun menerima laporan tentaranya itu masing-masing dan menjawab, ”Anta-Anta (yang berarti ‘kamu-kamu’ dengan maksud menerima dan memuji kinerja bala tentaranya).”

Dalam hadis shahih riwayat Muslim dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah bersabda, ”Singgasana Iblis berada di laut. Jika pagi dia mengirim pasukannya untuk menggoda manusia. Salah satu (tentaranya) berkata,’Aku melakukan ini dan itu.” Iblis menjawab,”Kamu belum lakukan apa-apa.” Datang yang lain memberi laporan telah menggoda manusia agar menceraikan isterinya. Iblis menjawab,”Baik, anta (dengan maksud menerima dan memuji kinerja bala tentaranya)”.

Inilah mengapa kata Qadi Badruddin, Rasulullah SAW menganjurkan kita berlindung dari godaan Iblis dan bala tentaranya sepanjang hari, terutama di waktu pagi dan petang hari. Di sinilah waktu-waktu krusial kehadiran Iblis dan bala tentaranya.