Senin , 08 May 2017, 14:38 WIB

Ibu Miliki Kedudukan Tinggi di dalam Islam

Rep: A Syalaby Ichsan/ Red: Agung Sasongko
Antara
Ibu dan Anak/Ilustrasi
Ibu dan Anak/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemuliaan ibu, bahkan diulang hingga tiga kali di dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. "Suatu saat ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapa yang berhak aku pergauli dengan baik?' Rasulullah menjawab, 'Ibumu.'"

Laki-laki itu bertanya lagi, "Lalu siapa?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Ia bertanya lagi, "Lalu siapa?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Sekali lagi pria itu bertanya, "Kemudian siapa?" Rasulullah menjawab, "Bapakmu." (HR Bukhari).

Khidmat kepada ibu pernah ditunjukkan oleh seorang panglima perang Rasulullah, Usamah bin Ziad. Dikisahkan dari Muhammad bin Sirin, harga pokok kurma pada pemerintahan Utsman bin Affan amat tinggi. Bahkan, mencapai seribu dirham. Di tengah inflasi, Usamah tiba-tiba menebang sebatang pohon kurma. Ia kemudian mencabut bagian pangkal kurma yang berwarna putih, berlemak dan biasa dimakan dengan madu.

Lalu, ia memberikan bagian tersebut kepada ibunya. Orang-orang lantas bertanya keheranan. "Usamah apa yang engkau lakukan? Padahal, engkau tahu pokok kurma kini harganya menjadi seribu dirham." Usamah dengan amat ringan menjawab, "Ibuku menghendakinya. Setiap ibuku menginginkan sesuatu yang mampu kudapatkan, aku pasti memberikannya."

Ibu Usamah adalah Ummu Aiman. Seorang yang merawat Rasulullah SAW saat kecilnya. Sementara, ayahnya adalah Zaid bin Haritsah, seseorang yang setia membantu Nabi SAW. Usamah adalah sahabat yang tumbuh dan besar dalam didikan orang terbaik, berada di lingkungan terbaik dan bertemu dengan orang paling baik. Dia paham benar betapa mahal bakti kepada ibu. Karena itu, keinginan ibunya jauh melebihi angka seribu dirham. 

TAG