Kamis , 06 April 2017, 14:11 WIB

Berhias, Bolehkah?

Rep: Syahruddin el-Fikri/ Red: Agung Sasongko
Prayogi/Republika
Muslimah (ilustrasi)
Muslimah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam adalah agama yang sempurna. Agama yang disebarkan Nabi Muhammad SAW itu mengatur seluruh persoalan kehidupan umatnya. Mulai dari masalah ibadah, akidah, hingga pergaulan dengan umat manusia.

Kaitannya dengan masalah pergaulan, Islam menganjurkan umatnya untuk memperbanyak hubungan silaturahim dengan seluruh umat manusia, terlebih pada sesama Muslim. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS an-Nisa [4]: 1).

Dalam sejumlah hadis, Nabi Muhamad SAW menganjurkan umatnya untuk selalu menyambung tali silaturahim. Dari Jubair bin Muth’im RA, Rasulullah SAW bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturahim).” (Shahih Muslim No 4636).

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang ingin dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahim).” (Shahih Muslim No 4638).

Agar pergaulan berjalan lancar, maka setiap Muslim wajib menjaga adab dan etika dalam pergaulan. Islam menganjurkan umatnya untuk tampil elegan dan mempercantik diri.

Lalu bolehkah Muslimah mempercantik diri, seperti berhias?