Selasa , 05 December 2017, 13:03 WIB

Kunci Menjadi Orang Tua yang Lebih Baik

Red: Dwi Murdaningsih
aida
Ika Setya Mahanani sebagai salah satu founder Azka Empowering Center dan trainer utama SET memberikan materi Parenting skill based on SET, (25/11).
Ika Setya Mahanani sebagai salah satu founder Azka Empowering Center dan trainer utama SET memberikan materi Parenting skill based on SET, (25/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak sekali metode parenting atau membesarkan anak. Para orang tua Sekolah Tahfidz Quran Cita Mulia di Kebagusan Jakarta Selatan diberikan pengetahuan berdasarkan rumus Smart Empowerment Technique (SET).

Ika Setya Mahanani sebagai salah satu founder Azka Empowering Center dan trainer utama SET memberikan materi Parenting skill based on SET, (25/11). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman para orang tua dalam berperan sebagai orang tua yang efektif dalam membina anak-anaknya.

Ika mengatakan peran keluarga adalah pondasi pertama dan paling utama. Apalagi bila ingin mewujudkan masyarakat madani.  Karena menurut dia, salah satu sumber krisis moral adalah bersumber dari salah pengasuhan dan tidak ada role model yang memadai dalam keluarga.

Ika menegaskan ada 7 Pengasuhan Ideal. Pertama, adanya kesiapan menjadi orang tua. Kedua, adanya Kesepakatan tujuan pengasuhan. Ketiga, harus ada pola dual Parenting khususnya ayah. Keempat, adanya komunikasi hangat, positif dan efektif. Kelima, adanya penanaman nilai-nilai Agama. Keenam, memahami karakter dan kebutuhan setiap anak. Terakhir, adanya aturan yang disepakati dalam keluarga.

Disamping itu, Ika juga menekan kan penting nya memahami diri anak secara komprehensif. Ika menuturkan setidaknya ada 8 tips praktis dalam menjadi orang tua yang lebih baik. Pertama, mengenai penerapan nilai-nilai agama dan moral dalam keluarga. "Kedua, Jadilah orang yang Anda ingin anak Anda akan menjadi seperti apa. Tiga, pilihlah kata-kata dengan bijak," ujar Ika.

Keempat, penerapan aturan yang jelas dan konsisten. Kelima, ciptakanlah ‘special moments’ Keluarga. Keenam, contigency plans. Ketujuh, cintailah anak tanpa SYARAT, bahkan dalam situasi apapun dan terakhir orang tua perlu belajar teknik psikoterapi sederhana.

Menurut Ika, orang tua yang bahagia akan membawa kebahagiaan kepada anak. Ketika orang tua memiliki masalah yang tidak terselesaikan sehingga menjadi stress berkepanjangan, maka pola pengasuhannya pun menjadi tidak baik, sehingga anak-anaknya tidak terkena masalah psikologis juga. Alhasil, situasi ini menjadikan keluarga menjadi ridak hangat.

Oleh karena itu, menurut dia, orang tua juga diajak untuk memiliki kemampuan Self Healing atau menjadi terapis bagi diri sendiri. Oleh karena itu dalam sesi terakhir, Ika Setya mengajak para peserta praktek teknik Memaafkan yang ada dalam buku Smart Empowerment Technique (SET) yang begitu mudah dipraktikkan.

"Yang paling penting adalah meningkatkan keikhlasan atas apa yang telah terjadi sehingga meningkatkan rasa syukur dan penerimaan diri yang tinggi, sehingga berujung pada peningkatan spiritualitas kita," kata dia.