Rabu , 18 Januari 2017, 14:31 WIB

Cara Sederhana Membentuk Karakter

Red: Dwi Murdaningsih
AIDA
Pelatihan SET di Universitas Pancasila.
Pelatihan SET di Universitas Pancasila.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Nasional Empowering Indonesia semakin meluas. Mohamad Soleh selaku penggagas program nasional tersebut mulai menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dalam memberdayakan para mahasiswa.

Kali ini, 120 mahasiswa psikologi Universitas Pancasila (UP) yang mendapatkan pelatihan Smart Empowerment Technique (SET). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan para peserta agar lebih efektif lagi dalam membentuk karakter idealnya.

Penyampaian materi diawali dengan latar belakang karakter orang yang selalu sukses-bahagia dan karakter yang selalu sedih, kesal, bingung, serta gagal. Untuk sukses-bahagia, ternyata resepnya sederhana, yaitu relaks, fokus dan yakin (kunci Powerful Character Empowering versi SET). Soleh yang juga merupakan master trainer dan konsultan manajemen di AIDA Consultant mengatakan bahwa seringkali menemukan dan menerima keluhan mengenai sulitnya membentuk karakter.

Berlatih Besyukur Sejak Dini

Ketidakberhasilan dalam pembentukan karakter ini menurut Soleh disebabkan lantaran pola pembentukan karakter dan pendidikan yang belum mengikuti salah satu petunjuk dari Alquran surah al-Jumu’ah ayat 2 dan Al Imran 164. Dalam ayat tersebut ditafsirkan secara sederhana bahwa dalam melaksanakan pembinaan/pendidikan (tarbiyah) ada empat hal utama yang harus dilakukan, yaitu membacakan (menjelaskan dengan efektif), menyucikan jiwa (membersihkan masalah-masalah psikologis/penyakit hati), mengajarkan kitab (mendidik dengan cara memberikan pedoman tertulis seperti Alquran), dan hikmah (mendapatkan pemahaman melalui teladan Rasulullah atau as-Sunnah).

Kebanyakan para pendidik, kata dia, baru menjalankan poin nomor satu, yaitu menjelaskan dengan efektif. Sering kali mereka lupa dengan poin nomor dua, yaitu membersihkan masalah-masalah psikologis yang menghambat proses penyerapan informasi dan optimalisasi potensi. Bahkan bisa jadi, poin tiga, yaitu mendidik dengan cara memberikan pedoman tertulis, dan poin empat, memberikan pemahaman melalui teladan juga belum dilakukan dengan efektif.  

"Jadi, jangan berharap pembentukan karakter kita akan berhasil, kalo belum beres masalah psikologis orang sehingga tidak mampu mencapai kondisi relaks, fokus dan yakin, yang kita didik tersebut," kata Soleh.

Smart Empowerment Technique (SET) merupakan teknik psikologi yang memberdayakan diri, sekaligus self healing dengan ciri khas sebagai teknik yang aplikatif, mudah dan cepat. Metode ini terdiri dari 10 teknik dengan berbagai cara kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan, masalah, cara berpikir manusia yang berbeda-beda.

Bahkan, ada teknik yang tidak perlu tahu masalahnya dan atau bermasalah dengan siapa. Sehingga setiap teknik yang ada dalam SET akan efektif bagi siapa pun, bahkan untuk tipikal orang yang tertutup dan tidak ingin masalahnya diketahui orang lain. Teknik-teknik SET inilah yang disebut dengan SMART dalam memberdayakan potensi diri (otak, jiwa, dan tubuh) yang berujung pada upaya mencapai kebahagiaan yang akhirnya berujung pada kesuksesan.

Khusus untuk mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Pancasila ini, Soleh langsung mengkondisikan para mahasiswa untuk langsung menuliskan visi mereka berbasis metode SMART. Lalu dilanjutkan dengan memberikan salah satu teknik SET, yaitu menciptakan tombol, yaitu sebuah teknik sugesti fisik yang menjadi tools dalam mindset motivation mahasiswa secara mandiri.