Senin , 12 December 2016, 19:03 WIB

Revolusi Iman 1212

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Raisan Al Farisi
 Ribuan warga melaksanakan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12).
Ribuan warga melaksanakan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12).

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Mohamad Soleh *


Semenjak momen aksi 411, lalu dilanjutkan dengan 212 yang lalu, sensasi spiritual yang dirasakan banyak umat muslim begitu memuncak. Kini kembali di adakan gerakan Shalat Subuh berjamaah di masjid dengan nama 1212. Hasilnya, Alhamdulillah, shalat subuh berjamaah, seperti shalat Jumat. Hal ini terlihat dari berita dan foto-foto kegiatan di beberapa masjid yang menjadi tuan rumah kegiatan ini.

Di salah satu berita di Republika.co.id hari ini menyebutnya Gerakan Subuh Berjamaah, Revolusi Mental Sesungguhnya. Langsung saya like dan share. Ada komentar bagus dan inspiratif dari salah seorang yang saya kagumi idealisme dan ketegasannya, yaitu Saiful Syahman Doeana. Beliau mengatakan, 'Revolusi Iman' dalam komentar facebook-nya kepada saya.

Langsung saya tersentak dan terinsipirasi. Benar juga. Inilah adalah revolusi iman, bukan mental. Karena yang menggerakkannya diawali oleh keimanan, yang berujung berikutnya pada mental. Revolusi iman inilah yang menghasilkan energi, energi spiritual. Energi yang menggerakan mental seseorang untuk menjadi lebih baik dan bergerak mewujudkan tujuan dari sang pencipta.  

Sekali lagi, energi spiritual inilah yang meng-empowering diri kita, menjadi viral pada setiap umat, sehingga dan berlanjut pada empowering Indonesia yang sebenarnya. Energi spiritual yang empowering sejatinya, tentunya akan muncul bila diawali oleh revolusi iman.

Ketika seseorang tergerak untuk mengikuti 212 yang fenomenal  dan akhirnya mendapatkan sensasi spiritual yang luar biasa rasanya. Sehingga rasa tersebut semakin membesar-membesar dan membangkitkan energi spiritual. Tentu saja energi spiritual ini perlu dipelihara dan dikelola sesuai dengan aturanNya, Allah Azza wa jalla

Dengan menjemput ridho Allah ta’ala, para pimpinan GNPF MUI berinisiasi mengadakan acara 1212 tersebut.  Kegiatan ini didukung oleh umat Islam diberbagai penjuru Tanah Air. Terbukti, semua masjid yang menjadi tempat kegiatan, dipenuhi jamaah.

Dalam buku Smart Empowerment Technique: Pelatihan Pengelolaan Jiwa-Otak-Tubuh dan Terapi Mandiri yang membahagiakan (Penerbit Republika, Mei 2015 yang saya tulis) saya menjabarkan tentang adanya teknik transfer energi. Bila teknik transfer energi, yaitu menyalurkan energi diri Anda pada daerah tubuh yang sakit dan atau mengelus tubuh secara perlahan dan dimanjakan. Hawa hangat pada telapak tangan Anda, menunjukkan adanya energi yang powerfull.

Energi yang dirasakan adalah atom positif dan negatif yang sedang tarik menarik. Karena pada dasarnya atom-lah penyusun dasar tubuh manusia. Nah, energi tersebut Anda salurkan pada area tubuh yang sakit. Lalu, Anda merasakan dan membayangkan adanya energi yang berwarna putih terang masuk ke tubuh.

Lalu ia memberikan energi pada sel-sel tubuh (bayangkan seakan-akan sel kita seperti diberi bahan bakar jet, sehingga kinerja sel-sel tersebut jadi jauh lebih cepat dan powerfull dalam proses pemulihannya). Selain menyembuhkan, teknik ini juga bisa membantu membangun perasaan bahagia, nyaman, dan menyehatkan.

Sedangkan energi spiritual yang kita rasakan adalah rasanya ada getaran-getaran dalam tubuh yang merinding dan membuat kita trenyuh masuk terhayati. Apalagi kita dalam doa dan takbir dalam lingkungan yang semua orang yang didalamnya memiliki spiritual yang signifikan (minimal pada saat itu).

Mungkin turbulensi energi yang terjadi antar manusia pada saat itu, yang semakin banyak orangnya,maka semakin besar. Itulah empowering Indonesia yang sebenarnya, dimana diawali oleh revolusi iman dalam diri kita, semoga Allah meridhoi. Amin.

 

M Soleh: Penulis buku Smart Empowerment Technique: Pelatihan Pengelolaan Jiwa-Otak-Tubuh & Terapi Mandiri yang Membahagiakan (Penerbit Republika, Mei 2015)

 

Berita Terkait