Tuesday, 8 Sya'ban 1439 / 24 April 2018

Tuesday, 8 Sya'ban 1439 / 24 April 2018

Mau Menuntut Ilmu, Jagalah Niat

Kamis 22 March 2018 17:03 WIB

Rep: Syahruddin el-Fikri/ Red: Agung Sasongko

Anak belajar (ilustrasi)

Anak belajar (ilustrasi)

Foto: Boldsky
Niat dalam menuntut ilmu harus ikhlas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kitab Ta'lim al-Muta'allim  ila Thariqah al-Ta'allum  

ini yang biasa dibahas di pesantren dalam waktu hanya sekitar seminggu saat bulan ramadhan ini, terdiri atas tiga belas pasal, sekitar separuhnya bersifat umum, membicarakan bagaimana seharusnya orang sebagai makhluk hidup mengarungi kehidupan.

Syekh Al-Zarnuji memulai pembahasan kitabnya (pasal awal) dengan memberikan batasan terhadap batasan yang berkaitan dengan isi kitab. Al-Zarnuji menuliskan tentang ilmu pengetahuan, keutamaan ilmu, kewajiban menuntut ilmu, dan cara menuntut ilmu.

Al-Zarnuji menegaskan, dalam menuntut ilmu itu hendaknya seorang penuntut ilmu memfokuskan pada satu bidang yang menjadi kebutuhannya saat itu. Menurut Al-Zarnuji, karena mencari ilmu itu bagian dari ibadah, niat tholab al-ilmi (menuntut ilmu) yang wajib (faridlah 'ala kulli muslim wa muslimat) itu tidak boleh ditinggalkan. Jadi, niat dalam menuntut ilmu tujuannya adalah untuk menghilangkan kebodohan dan menambah ilmu pengetahuan serta membuka wawasan berpikir agar menjadi lebih baik.

Selanjutnya, pada pasal (bab) kedua, kitab ini mempertegas tentang niat dalam menuntut ilmu (Al-Niyah fi Haal al-Ta'llumi). Al-Zarnuji menyatakan, niat dalam menuntut ilmu harus ikhlas, mengharap rida Allah, mencari kebahagiaan di akhirat, menghidupkan agama, menghilangkan kebodohan, dan melestarikan Islam.

Ia menegaskan, jangan sampai dalam niat menuntut ilmu tebersit niat supaya dihormati masyarakat, untuk mendapatkan harta benda dunia, atau agar mendapat penghormatan di hadapan pejabat atau lainnya. Menurutnya, boleh saja menuntut ilmu dengan tujuan untuk mendapatkan kedudukan di masyarakat, namun harus diarahkan dalam rangka amar makruf nahi munkar, menjalankan kebenaran dan menegakkan agama Allah.

Pada pasal ketiga, dikemukakan perlunya selektif dalam memilih ilmu, guru, dan teman bermusyawarah sebelum memulai belajar. Pada pasal ini, muncul keharusan untuk terus menjaga minat belajar, konsistensi, tabah, serta tekun terhadap ilmu yang dipelajari.

Pada pasal keempat, lanjut Al-Zarnuji, seorang penuntut ilmu 'wajib' menghormati ilmu dan ta'zhim pada gurunya. Cara menghormati guru itu antara lain, tidak berjalan di depan gurunya, tidak duduk di tempat yang diduduki gurunya, tidak memulai pembicaraan di hadapan gurunya kecuali ada izinnya, dan tidak banyak bicara di hadapan guru.

Dalam pasal ini, Al-Zarnuji menjelaskan beberapa hal yang harus dilakukan seorang penuntut ilmu jika menginginkan ilmu yang luas dan bermanfaat, di antaranya seorang penuntut ilmu harus sungguh-sungguh, tekun, mengurangi tidur malam, banyak ibadah, mengurangi makan, sabar, serta dipelajari dalam waktu yang lama.

Pada pasal kelima dijelaskan tentang bagaimana seharusnya sikap pencari ilmu. Dia harus sungguh-sungguh dan disiplin. Sebab, kesungguhan itu akan menopang cita-cita yang luhur.

Kemudian, pada pasal keenam dijelaskan, memulai pelajaran itu hendaknya disesuaikan dengan kemampuannya. Belajar itu hendaknya bertahap dari yang mudah dulu, sedang, hingga berat.

Al-Zarnuji juga menerangkan bahwa sebaiknya seorang pelajar itu menuntut ilmu dimulai pada hari Rabu. Alasannya, karena hari itu cahaya diciptakan. Dan dalam belajar, sebaiknya dilakukan dengan cara menghafal baru kemudian memahaminya. Setelah menghapal dan paham baru lakukanlah pencatatan. Jangan mencatat sebelum paham karena itu membuang-buang waktu.

Selanjutnya, pada pasal tujuh, Al-Zarnuji menjelaskan tentang perlunya sikap tawakal bagi seorang penuntut ilmu. Karena dengan tawakal (memasrahkan sepenuhnya kepada Allah), dirinya akan mudah dalam menuntut ilmu. Lalu, pada pasal selanjutnya hingga ke-13, Al-Zarnuji menjelaskan tentang sikap wara' (menjaga makanan dan perbuatan yang dilarang untuk tidak disantap atau dilakukan), hal-hal yang membuat orang mudah menghafal dan yang mudah membuat orang gampang lupa, serta amalan dan bacaan yang membuat pengamal ilmu pengetahuan mudah mendapatkan rezeki dari Allah SWT.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES