Tuesday, 8 Sya'ban 1439 / 24 April 2018

Tuesday, 8 Sya'ban 1439 / 24 April 2018

Belgia Ambil Alih Masjid Agung Brussels dari Saudi

Sabtu 17 March 2018 16:03 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Masjid Agung Brussels di Belgia, 3 Oktober 2017.

Masjid Agung Brussels di Belgia, 3 Oktober 2017.

Foto: REUTERS/Francois Lenoir
Dewan Menteri juga memutuskan memperkenalkan pluralitas di Masjid Agung.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Belgia mengambil alih kendali Masjid Agung yang ada di Brussels, Belgia dari Pemerintah Arab Saudi. Menteri Kehakiman Belgia Koen Geens, Jumat (16/3) waktu setempat mengumumkan pemerintah sepakat membatalkan sewa jangka panjang dengan Pusat Islam dan Budaya itu yang dijalankan Liga Muslim Dunia yang berbasis di Makkah.

Pusat Islam tersebut memiliki sebuah masjid yang disebut Masjid Agung karena masjid tersebut dianggap sebagai masjid terbesar di ibu kota Belgia tersebut. Atas usul Menteri Peradilan, Geens mengatakan Dewan Menteri juga memutuskan memperkenalkan pluralitas dan transparansi di Masjid Agung.

"Mulai sekarang, masjid harus membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pemerintah Belgia dengan menghormati hukum dan tradisi negara kita, dengan visi toleran tentang Islam yang disebarkan," kata Geens, dilansir di Kuwait News Agency, Sabtu (17/3).

Geens mengatakan, kini masjid tersebut juga harus mendapat pengakuan resmi dari pemerintah Belgia. Dia mencatat keputusan membatalkan sewa tersebut mengikuti rekomendasi dari komisi penyelidikan parlemen mengenai serangan teroris yang terjadi di Brussels pada Maret 2016, tentang Masjid Agung dan perang melawan radikalisme di negara tersebut.

Dia mengatakan, bangunan Islamic Centre yang terletak di dekat markas besar Uni Eropa itu selanjutnya akan dikelola organisasi nirlaba, yang terdiri dari perwakilan Muslim lokal dan Eksekutif Muslim Belgia, badan resmi umat Islam di negara tersebut.

"Komunitas Islam di negara kita diberikan tanggung jawab mengembangkan masa depan mereka sendiri," tambahnya.

Selain masjid, kompleks Pusat Islam ini juga akan mengakomodasi administrasi dari Eksekutif Muslim. Di samping itu, pusat ini juga akan menyisakan ruang untuk memulai sebuah pusat pelatihan Imam atau sebuah pusat yang menunjukkan pencapaian peradaban Islam.

Geens menambahkan, penggunaan fungsi ruang itu dibentuk selama salah satu dari dua inisiatif tersebut dikembangkan dari komunitas Islam sendiri. Menurutnya, peralihan menuju administrasi baru itu akan dirampungkan dalam setahun ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES