Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

HIS Latih 200 Pakar Industri Halal

Senin 12 February 2018 20:42 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Agus Yulianto

Halal Malaysia (Ilustrasi)

Halal Malaysia (Ilustrasi)

Foto: arabianoilandgas.com
Pihak luar sangat tertarik pada industri halal, tetapi menghadapi kendala.

REPUBLIKA.CO.ID, SELANGOR -- Halal International Selangor (HIS) menargetkan adanya 200 tenaga terampil mengelola dan menangani jaminan halal global sebelum akhir 2018. Diharapkan, para tenaga terampil itu ditargetkan mampu mengembangkan produk dan layanan yang memenuhi standar halal.

Direktur HIS Mahmud Abbas menjelaskan, pelatihan tenaga terampil dilakukan melalui bantuan para dosen Universitas Islam Selangor International (KUIS), pejabat pemerintah negara bagian, dan aparat penegak hukum lokal yang memainkan peran utama di tingkat nasional dan global.

Mahmud mengatakan, permintaan pasar halal global terus meningkat. Sehingga, harus dimobilisasi secara strategis untuk memberdayakan ekonomi negara dan pengusaha industri.

"Dari perspektif HIS, pihak luar sangat tertarik pada industri halal, tetapi menghadapi kendala, terutama dengan tidak adanya keahlian dan aspek teknis yang bisa mengembangkan produk yang memenuhi standar halal," kata Abbas dilansir dari Malaysia Kini, Senin (12/2).

Dia mengatakan, selain memasok ke perusahaan lokal, para ahli terlatih akan dikirim ke Cina, Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan untuk membantu perusahaan-perusahaan yang ingin terjun ke industri halal. Dengan demikian, negara-negara tersebut akan menghadapi standar halal seperti yang ditetapkan oleh Departemen Pengembangan Islam Malaysia, serta memfasilitasi perusahaan memperoleh sertifikat halal.

Ketua Komite Desa Tradisional Ahmad Yunus Hairi mengatakan, inisiatif pemerintah negara bagian membangun program pengembangan kapasitas industri halal, dianggap sebagai platform terbaik dalam melestarikan produk halal. Serta, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya standar halal.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES